Alasan Kenapa Penumpang Duduk Di depan Tidak Boleh Tidur


Bila akan mudik bersama keluarga menggunakan mobil pribadi, yakinkan pengemudi memiliki jam tidur yang cukup untuk menyetir mobilsampai tempat arah. 

Untuk temukan mudik yang aman, mendesak untuk mengikuti pengemudi di selama perjalanan. Ini jadi pekerjaan penting untuk siapa saja yang duduk di kursi samping sopir. 

Khususnya seandainya mudik bersama keluarga, lazimnya sang suami yang akan mengemudikan mobil serta istri duduk di kursi depan. 

Pekerjaan wanita (istri), saat-saat di samping pengemudi ia jadi co-driver. Berarti ia jangan tidur, ia harus mengikuti pengemudi di selama perjalanan. 

Waktu mengemudi, simak pertanda badan si pengemudi seandainya memangperlu istirahat. Bila badan memberikan signal jika mata sudah mengantuk ataukah tidak konsentrasi, tidak bisa sangsi untuk menepi. 

Tingkat kesiagaan si pengemudi akan semakin bagus waktu ditemani. Jika ditemani anda ketahui kapan pengemudi meleng, kapan ia jaim (menjaga image). Bisa jadi ia ngantuk tetapi ia katakan tidak karena menganggap dianya lelaki. 

Jika bisa harus ada pengalihan giliran mengemudi atau istirahatlah sesaat sampai badan pulang fresh. 


Tidak selalu itu, seputar perjalanan mudik, istri juga bekerja untuk menyiapkan kepentingan keluarga seperti berbuka puasa atau sahur di jalan. 

Ia menyiapkan kepentingan keluarga yang ada di kendaraan baik berbuka puasa atu sahur di jalan. Rasa nyaman dan aman diberikan tidakmelulu dari si pengemudi tetapi juga co-driver atau wanita itu.

Belum ada Komentar untuk "Alasan Kenapa Penumpang Duduk Di depan Tidak Boleh Tidur"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel