Tips Menghadapi Pasangan Selalu Tidak Mau Mengakui Kesalahan


Pertikaian ialah hal yang wajar dalam jalinan asmara. Jalinan Anda serta pasangan selanjutnya akan kembali lebih baik sesudah sama-sama mengerti serta maafkan. Tetapi, bagaimana bila Anda hadapi pasangan defensif yang belum pernah ingin akui salah? 

Hadapi pasangan yang tidak ingin akui salah 

Manusia dengan alamiah akan bela dianya waktu hadapi perselisihan. Walau demikian, sikap bela diri kadang dapat menjadi tingkah laku defensif. 

Orang yang defensif memandang beberapa kata, masukan, serta pendapat dari orang jadi satu serangan. Dia merasakan harus membuat perlindungan diri dari serangan itu. Triknya dengan menampik mentah-mentah, memberi tanggapan yang kasar, serta tidak ingin akui salah. 

Kebanyakan orang dapat jadi figur yang defensif, terhitung pasangan Anda. Bila pasangan Anda mempunyai ciri-ciri itu, berikut beberapa panduan yang bisa Anda kerjakan: 

1. Jangan mempersalahkan 

Makin Anda bersikukuh dia bersalah, makin kemungkinan kecil pasangan Anda untuk akui salah. Meskipun pasangan Anda memang bersalah, jauhi beberapa kata seperti “tidak ingin mengerti” atau “selalu merasakan benar” waktu berlangsung perselisihan. 

Beberapa kata ini terdengar seperti masukan yang benar-benar tajam buat seseorang pasangan yang defensif. Mengakibatkan, hanya satu tanggapan yang ada dalam pemikiran pasangan Anda ialah bagaimanakah cara membuat perlindungan dianya dari pengucapan Anda. 

2. Jangan diam diri 

Pertikaian pasti memunculkan emosi negatif serta membuat situasi jadi canggung. Anda bahkan juga dapat geram pada pasangan cukup dengan lihat atau bicara dengannya. Pada akhirnya, Anda serta pasangan justru putuskan untuk sama-sama diam diri. 

Diam diri tidak memberikan keuntungan siapa juga. Anda terus diliputi amarah, sedang pasangan Anda masih defensif serta tidak ingin akui salah. Coba menentramkan diri sesaat, lalu berikan dengan jelas apa yang Anda alami. 

3. Katakan beberapa kata positif 

Anda pasti dipenuhi amarah, tetapi membalas sikap pasangan dengan amarah cuma akan memperkeruh situasi. Meskipun susah, coba memulai dengan beberapa kata positif seperti, “Kamu ialah pasangan yang baik serta saya menjelaskan ini sebab peduli….” 

Bila pasangan Anda melakukan perbaikan perilakunya, janganlah lupa tunjukkan jika Anda menghormati hal itu. Ini adalah hal positif yang punya potensi kurangi sikap defensif pasangan Anda. Dengan demikian, dia dapat berlaku lebih baik waktu berlangsung perselisihan. 

4. Mengerti sebabnya 

Terdapat beberapa unsur yang membuat orang dewasa sekalinya tidak ingin akui salah, salah satunya trauma waktu kecil. Buat sebagian orang, kejadian buruk sewaktu kecil dapat berefek besar sekali pada keadaan emosionalnya. 

Pasangan Anda pada akhirnya membuat dinding pertahanan berbentuk sikap defensif. Dia menampik semuanya yang memperingatkannya pada pengalaman pahit sewaktu kecil. Mengerti pemicu pasangan Anda berlaku demikian akan mempermudah Anda untuk temukan jalan keluarnya. 

5. Katakan perasaan Anda 

Sekalinya ada deretan fakta yang mengatakan jika Anda benar, pasangan yang susah akui salah akan menjaga gagasannya. Pada kondisi ini, jangan terlalu fokus untuk mengatakan fakta rasional kenapa Anda benar. Sampaikanlah apa yang Anda alami. 

Orang yang defensif kadang begitu konsentrasi memenangi pembicaraan hingga meremehkan perasaan pasangan sendiri. Mengemukakan perasaan Anda akan membuat memahami jika memenangi debat bukan hal yang mutlak. 

Hadapi pasangan yang defensif ialah rintangan tertentu pada suatu jalinan asmara. Masalahnya ikatan emosional yang semestinya dibuat dengan prinsip sama-sama mengerti malah diwarnai dengan sikap ingin menang sendiri. 

Anda tidak bisa merubah ciri-ciri pasangan seperti mengubah telapak tangan, tetapi langkah di atas bisa menolong jalannya komunikasi jadi lebih baik. Dengan demikian, Anda dapat hadapi sikap pasangan sekaligus juga jaga jalinan masih abadi.

Belum ada Komentar untuk "Tips Menghadapi Pasangan Selalu Tidak Mau Mengakui Kesalahan"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel